JAKARTA, KOMPAS.com - Pembuatan peranti lunak atau aplikasi merupakan salah satu lahan garapan yang menjanjikan bagi startup digital. Bentuk aplikasinya bisa macam-macam, mulai dari game sederhana ala arcade hingga kamera khusus untuk selfie.

 Pasar untuk bidang ini, menurut Marketing Manager Baidu Indonesia Iwan Setiawan, bukan sesuatu yang kecil. Berdasarkan riset pada toko aplikasi milik Baidu tercatat mencapai 643.000 aplikasi dengan 361 juta unduhan per kuartal pertama 2015.
 
Iwan pun menceritakan pengalamannya bersama Baidu merintis Mobo Market. Toko aplikasi yang berasal dari Tiongkok ini dibawa ke Indonesia pada 2013 lalu.
 
Saat itu, strategi mereka berbeda dengan sekarang. Mobo Market yang merupakan turunan dari peramban Baidu didorong agar dipakai oleh para pengguna komputer desktop.
 
Padahal Indonesia punya segmen potensial yang berbeda. Iwan mengatakan, Baidu baru menyadari hal ini setelah satu tahun menjalankan Mobo Market di Tanah Air.
 
"Kami mulai ekspansi ke Indonesia pada 2013, di Jakarta. Awalnya kami push ke PC, tapi setahun kemudian kami menyadari bahwa pasar ini berbeda, Indonesia adalah mobile-first (memiliki banyak pengguna mobile)," tuturnya di atas panggung konferensi startup Echelon Rabu (15/4/2015).
 
Akhirnya strategi pun diubah. Diantaranya, membuat kampanye yang menawarkan aplikasi sesuai dengan minat orang Indonesia.
 
"Kami mendistribusikan Android game, Ring Back Tone (RBT), dan wallpaper. Kami berikan apa yang dibutuhkan market indonesia. Ada juga creative campaign seperti mengajak pengguna mengekspresikan cinta via Mobo Market. Kami juga bicara dengan komunitas kami, dan meminta feedback," kisahnya.
 
"Saat Hari Kemerdekaan Indonesia kemarin, kami pun memilih sejumlah aplikasi dangame yang sesuai lalu menampilkannya di highlight," imbuh Iwan.
 
Usaha itu, diceritakan oleh Iwan, menghasilkan catatan 361 juta unduhan aplikasi dari total lebih dari 3,3 juta jumlah pengguna aktif di Mobo Market. Pertumbuhan aktivitas pencarian dan download di Mobo Market sendiri juta diklaim naik dari 30,43 persen di kuartal pertama 2014 menjadi 34,18 persen di kuartal pertama 2015.
 
 
Mayoritas game
 
Selain berbagi soal pengalamannya mendorong pertumbuhan jumlah download di Mobo Market, Iwan juga membeberkan hasil penelitan tentang kebiasaan unduhan pengguna. Sampelnya adalah para pengguna Mobo Market buatan Baidu itu.
 
Dari penelitan terlihat bahwa jumlah aplikasi yang paling banyak diunduh pengguna adalah games, dengan besaran 45,61 persen. Kemudian di peringkat kedua adalah aplikasi media sosial dengan besaran 11,64 persen, di peringkat ketiga berupa alat-alat fotografi dengan besaran 7,2 persen.
 
Hal menarik lainnya, games menjadi satu jenis aplikasi yang lebih banyak diunduh pada hari Senin hingga Jumat. Sedangkan di hari Sabtu dan Minggu, pengguna cenderung mengunduh aplikasi lain.
 
Editor: Reza Wahyudi